post-image

DARI DENPASAR KE UNPAD: GURU SMAS KRISTEN HARAPAN RAIH PREDIKAT KELOMPOK TERBAIK DALAM PROGRAM BTI 2026

Komitmen SMAS Kristen Harapan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran kembali ditunjukkan melalui kiprah salah satu gurunya. Guru Kimia dan Informatika, sekaligus Waka Bidang Kurikulum, Ibu Ni Ketut Yuli Santosa, S.Si., M.Ling., berhasil mengikuti Program Bina Talenta Indonesia (BTI) 2026 sebagai Pemandu Talenta Bidang STEM, sebuah program nasional yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen).

Keikutsertaan tersebut bukan diperoleh secara instan. Sebelum dinyatakan lolos, seluruh calon pemandu talenta harus melewati proses seleksi yang kompetitif dan berlapis. Tahap pertama berupa seleksi administrasi, yang mencakup penilaian rekam jejak profesional, pengalaman membimbing murid, serta portofolio pendampingan talenta di sekolah.

Seleksi kemudian berlanjut pada tahap penyusunan Esai Kontribusi Nyata Pasca Pelatihan BTI. Melalui esai tersebut, para peserta diminta memaparkan gagasan implementasi hasil pelatihan yang akan diterapkan di sekolah masing-masing. Tahapan ini menjadi instrumen penting bagi panitia untuk mengukur kompetensi, komitmen, sekaligus kesiapan calon pemandu talenta dalam mengembangkan ekosistem pembinaan talenta di sekolah.

Berhasil melewati seluruh tahapan seleksi, Ibu Yuli resmi terpilih sebagai peserta Bidang STEM dan mengikuti pelatihan intensif yang diselenggarakan di Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, pada 1–7 Juli 2026.

Program Bina Talenta Indonesia (BTI) merupakan inisiatif nasional yang dirancang untuk memperkuat kapasitas guru sebagai Pemandu Talenta dalam mengembangkan potensi murid pada bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), Koding, maupun Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence). Selain penguatan kompetensi akademik, program ini juga menekankan pembentukan karakter melalui pengalaman belajar yang kontekstual, kolaboratif, dan aplikatif.

Selama lima hari pelatihan, peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang padat dan komprehensif. Mulai dari orientasi program, pendalaman konsep pembelajaran STEM, eksplorasi berbagai modul energi terbarukan, kunjungan industri dan lapangan, hingga penyusunan perangkat pembelajaran berbasis STEM. Tidak hanya itu, para peserta juga mengikuti sesi microteaching, mengembangkan mini project secara kolaboratif, serta mempresentasikan hasil inovasi pembelajaran yang telah dirancang.

Salah satu materi utama dalam pelatihan adalah implementasi siklus pembelajaran STEM 5E yang meliputi Engage, Explore, Explain, Elaborate, dan Evaluate. Melalui pendekatan tersebut, guru didorong untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna, berbasis pemecahan masalah nyata, sekaligus mampu menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi murid.

Bagi Ibu Yuli, pengalaman mengikuti BTI 2026 tidak hanya memperkaya wawasan mengenai pembelajaran STEM, tetapi juga membuka kesempatan untuk berdiskusi dan berkolaborasi dengan guru-guru terbaik dari berbagai daerah di Indonesia. Berbagai praktik baik, inovasi pembelajaran, serta pengalaman implementasi STEM menjadi bekal berharga yang siap diterapkan dan dikembangkan di SMAS Kristen Harapan.

Prestasi membanggakan pun berhasil diraih pada penghujung kegiatan. Bersama timnya, Ibu Yuli memperoleh penghargaan sebagai Kelompok Terbaik, sebuah apresiasi yang diberikan kepada kelompok dengan kolaborasi, kualitas proyek, serta performa pembelajaran terbaik selama pelaksanaan Program Bina Talenta Indonesia Bidang STEM. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa semangat belajar dan berinovasi terus menjadi bagian dari budaya profesional guru SMAS Kristen Harapan.

Sepulang dari pelatihan, berbagai tindak lanjut telah dipersiapkan, mulai dari pengimbasan kepada guru melalui komunitas belajar, pengembangan perangkat pembelajaran berbasis STEM dengan pendekatan 5E, hingga implementasi pembelajaran yang mengintegrasikan sains, teknologi, rekayasa, dan matematika dalam konteks kehidupan nyata.

Partisipasi dalam Program Bina Talenta Indonesia sekaligus mempertegas komitmen SMAS Kristen Harapan dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Dengan guru yang terus meningkatkan kompetensi, sekolah optimistis mampu menciptakan pembelajaran yang lebih inovatif, relevan, dan berorientasi pada pengembangan talenta murid agar siap menghadapi tantangan abad