post-image

Di Balik Garis Lapangan: Cerita Paskibra Harapan Taklukkan LKBB Dewata

Capaian membanggakan kembali diukir oleh tim Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) SMAS Kristen Harapan Denpasar. Mengikuti ajang Lomba Ketangkasan Baris-Berbaris (LKBB) Nusantara Chapter Pulau Dewata Bali Season 5 tingkat Provinsi Bali yang berlangsung di SMA Negeri 1 Semarapura, Klungkung, pada Minggu (24/5/2026), tim Harapan berhasil keluar sebagai Juara Umum.

Tidak tanggung-tanggung, selain memboyong piala Juara Umum, tim juga sukses meraup deretan penghargaan bergengsi lainnya, yakni Juara Utama 1, Best PBB 1, Variasi dan Formasi Terbai hingga Danton Terbaik.

Sejak pukul 04.00 WITA, mereka sudah berkumpul di area sekolah untuk melakukan persiapan awal sebelum akhirnya berangkat bersama menuju Klungkung pada pukul 05.30 WITA. Tiba di SMAN 1 Semarapura sekitar pukul 06.30 WITA, rombongan langsung melakukan registrasi peserta dan menempati ruang transit yang telah disediakan panitia untuk menaruh perlengkapan. Kegiatan resmi dibuka melalui apel pagi yang diwarnai sambutan hangat dari pihak sekolah penyelenggara dan seremonial pemukulan gong. Mendapat nomor urut tampil 2 di tingkat SMA, persiapan intensif dilakukan di area standby. Anggota tim saling membantu merapikan atribut perlombaan mulai dari kerapian rambut, pita, pakaian, sepatu, hingga topi jerami yang menjadi ciri khas penampilannya. Sebelum naik ke lapangan, pelatih memberikan motivasi singkat diselingi latihan ringan untuk memantapkan kekompakan formasi.

Di balik kemenangan manis ini, tersimpan perjuangan fisik dan mental yang tidak mudah selama masa persiapan. Proses latihan intensif yang memakan waktu dan menguras tenaga harus dijalani di tengah padatnya jadwal akademis sekolah.”Momen yang paling berkesan adalah saat latihan bertepatan dengan masa STS, karena kami harus membagi waktu antara belajar dan latihan. Tantangan terbesar memang membagi waktu belajar untuk ujian dan latihan. Kondisinya cukup melelahkan, sehingga kami harus tetap menjaga semangat berlatih sekaligus fokus menghadapi ujian” tutur Fitri murid kelas XI IPS2.  Ia menambahkan bahwa seluruh anggota tim berusaha saling menguatkan agar tetap semangat menjalani latihan meskipun di tengah padatnya jadwal akademik.

Sama halnya dengan Fitri, Sang Ageng Putri Larasati dari kelas XI MIPA 2 menceritakan bahwa kebersamaan selama latihan menjadi penyemangat yang mampu menghilangkan rasa lelah di tengah waktu persiapan yang sangat terbatas menjelang perlombaan. ”Momen paling berkesan itu waktu latihan bareng teman-teman di sekolah sampai larut malam. Diisi dengan canda tawa dan saling bertukar cerita, jadi latihan yang melelahkan seketika tidak terasa. Waktu persiapan yang sangat mepet dengan hari H menjadi tantangan, sehingga setiap sesi latihan benar-benar kami maksimalkan,” ungkap Laras.

Keberhasilan tim juga tidak terlepas dari peran Putu Rizky Dheva Indrawan, siswa kelas XII MIPA 1, yang berhasil meraih predikat Danton Terbaik pada ajang tersebut.

Dheva mengungkapkan bahwa tantangan terbesar sebagai seorang danton adalah melatih intonasi dan artikulasi vokal agar setiap aba-aba terdengar tegas, jelas, dan penuh wibawa di lapangan. Selain itu, ia juga bertanggung jawab memimpin pembacaan puisi untuk menghidupkan suasana dalam variasi formasi. “Jujur, awalnya sempat ada rasa pesimis. Namun, melihat perjuangan keras dan latihan intensif yang kami jalani bersama, saya merasa tim ini sangat layak mendapatkan hasil terbaik. Kuncinya adalah tampil maksimal di lapangan dan saling percaya satu sama lain,” ungkap Rizky. 

Melalui pesan penutupnya, Fitri dan Laras mengajak seluruh siswa untuk berani mencoba hal-hal baru tanpa takut menghadapi kegagalan. ”Tetap semangat dan jangan takut mencoba. Percaya pada kemampuan diri sendiri karena setiap proses pasti memberikan pengalaman yang berharga. Jangan pernah takut gagal, karena sebelum mencoba kita tidak akan tahu hasilnya, dan kegagalan adalah kunci menuju keberhasilan berikutnya,” pesan Fitri dan Laras.

Sementara itu, Dheva mewakili seluruh tim turut menyampaikan harapannya agar prestasi ini dapat menginspirasi siswa lain untuk terus mengembangkan potensi diri. “Jangan pernah takut mencoba hal baru. Sebelum mencoba, kita tidak akan pernah tahu sejauh mana kemampuan kita. Kegagalan adalah bagian dari proses menuju keberhasilan. Yang terpenting, tetaplah rendah hati atas setiap pencapaian, karena di atas langit masih ada langit,” tutup Dheva.

 

Penulis : Stevani (XI MIPA 4), Novi (XII IPA 6), Lina (XI IPS 3)