KIR HARAPAN BERSINAR DI LOMBA PENELITI BELIA (LPB) BALI 2026
Semangat meneliti, berpikir kritis, dan menghadirkan solusi bagi masyarakat kembali mengantarkan Tim KIR Harapan, Kelompok Ilmiah Remaja SMAS Kristen Harapan menorehkan prestasi membanggakan. Dalam ajang final Lomba Peneliti Belia (LPB) Bali 2026 yang berlangsung pada 16 Juli 2026 bertempat di Lecture Building Universitas Udayana, empat tim yang mengikuti berhasil meraih penghargaan di empat bidang penelitian berbeda, menunjukkan kemampuan murid dalam mengembangkan inovasi lintas disiplin ilmu.
LPB Bali merupakan salah satu kompetisi penelitian bergengsi bagi pelajar yang mendorong lahirnya peneliti-peneliti muda melalui karya ilmiah yang orisinal, inovatif, dan memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan. Pada penyelenggaraan tahun 2026, KIR Harapan hadir dengan penelitian di bidang Matematika, Komputer, Lingkungan, dan Psikologi.
Hasilnya, seluruh tim berhasil mengukir prestasi yang membanggakan. Bidang Matematika yang terdiri atas Karen dan Gracia Adinda Putri berhasil meraih Juara II melalui penelitian yang mengangkat permainan tradisional Congklak menggunakan pendekatan Discrete-Time Markov Chain (DTMC). Penelitian ini menghadirkan perspektif baru dengan memadukan unsur budaya lokal dan pemodelan matematika untuk menganalisis pola permainan secara ilmiah.
Prestasi berikutnya datang dari Bidang Komputer. Tim yang diperkuat oleh Made Nala Jeconia Kemenuh dan Agatha Emmanuella Santoso berhasil meraih Juara III melalui pengembangan sebuah website deteksi dini penyakit toksoplasmosis. Inovasi digital tersebut dirancang sebagai media deteksi awal yang membantu masyarakat mengenali gejala serta faktor risiko penyakit toksoplasmosis.
Di Bidang Lingkungan, Nyoman Nari Lakshmi Narayani bersama Ni Nyoman Willyantari Trisna Asmilayani berhasil memperoleh Juara Harapan III melalui penelitian pemanfaatan sampah canang dan kulit pisang menjadi biobriket. Penelitian ini menawarkan solusi terhadap dua persoalan sekaligus, yaitu pengelolaan limbah organik dan penyediaan bahan bakar alternatif yang lebih berkelanjutan.
Sementara itu, pada Bidang Psikologi, Ni Kadek Tara Aisvarya dan Putu Aurellia Ayura Karna berhasil meraih Juara Harapan II melalui penelitian mengenai kecemasan murid terhadap Tes Kemampuan Akademik (TKA). Penelitian ini mengangkat isu yang sangat relevan dengan murid kelas XII saat ini, yakni kecemasan menghadapi TKA.
Keberhasilan empat tim tersebut tidak diraih secara instan. Seluruh penelitian melalui proses panjang yang dimulai dari identifikasi masalah, kajian literatur, penyusunan instrumen penelitian, pengambilan data, analisis hasil, hingga penyusunan laporan ilmiah sesuai kaidah penelitian. Setiap tahapan dijalani dengan penuh ketelitian, didampingi secara intensif oleh pembina KIR Harapan, Ibu Ni Ketut Yuli Santosa, S.Si., M.Ling., yang terus mendorong tim untuk menghasilkan penelitian yang tidak hanya memenuhi standar kompetisi, tetapi juga memiliki manfaat nyata bagi masyarakat.
Sebelum memasuki babak final, tim harus melewati seleksi yang ketat, diawali dengan seleksi administrasi, termasuk makalah, serta video presentasi; dilanjutkan dengan presentasi dengan media poster dihadapan dewan juri. Berdasarkan hasil presentasi poster, juri menentukan yang berhak masuk final, dan finalis kembali mempresentasikan hasil penelitiannya dihadapan tim juri.
Lebih dari sekadar penghargaan, capaian di LPB Bali 2026 menjadi pengalaman berharga bagi para anggota KIR Harapan untuk mengasah kemampuan komunikasi ilmiah, mempertahankan gagasan di hadapan dewan juri, serta membangun jejaring dengan peneliti muda dari berbagai sekolah di Bali.





