post-image

KIR HARAPAN DOMINASI JUARA UMB-FEST 2026 DENGAN INOVASI KESEHATAN BERBASIS RISET

Semangat riset, kreativitas, dan kerja keras kembali mengantarkan Tim KIR Harapan, Kelompok Ilmiah Remaja SMAS Kristen Harapan Denpasar meraih prestasi membanggakan di ajang UMB-FEST (Undhira Medical Brain Competition & Scientific Festival) 2026. Pada kompetisi ilmiah tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Dhyana Pura (UNDHIRA) ini, tim berhasil memborong penghargaan dengan meraih Juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI), Juara I Video Edukasi, serta Juara Favorit Poster Publik.

Mengusung tema "Breaking The Sugar: Multidisciplinary Approaches to Conquer Diabetes Mellitus", UMB-FEST 2026 menjadi wadah bagi pelajar SMA/SMK dari berbagai daerah di Indonesia untuk menghadirkan inovasi dan solusi kreatif dalam upaya pencegahan serta penanganan diabetes melitus melalui pendekatan multidisiplin.

Untuk memperbesar peluang juara, Tim KIR Harapan mengikuti seluruh cabang lomba yang dipertandingkan, yaitu Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI), Lomba Esai, Lomba Video Edukasi, dan Lomba Poster Publik.

Pada kategori Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI), tim yang terdiri atas Ayu Putu Vreya Ginanti Mahesvari, Komang Moolanda Ray Semita, dan Kanaka Kirana Devi mengembangkan sebuah inovasi pangan sehat berupa soft bar berbahan dasar ubi jalar kuning dengan nama GlycoBite. Produk ini dirancang sebagai alternatif camilan bergizi dengan memanfaatkan potensi pangan lokal yang diharapkan dapat mendukung pola hidup sehat bagi masyarakat.

Sementara itu, pada kategori Lomba Esai, Agatha Emmanuella Santoso bersama Putu Aurellia Ayura Karna mengangkat gagasan inovatif berupa patch herbal berbahan daun sirih dan bunga kamboja sebagai alternatif pengembangan teknologi kesehatan yang berpotensi mendukung penanganan diabetes melitus melalui pendekatan berbasis bahan alam.

Di kategori Video Edukasi dan Poster Publik, tim yang terdiri atas Ni Kadek Divya Nalini, Marischa Value Pangemanan, dan Ni Ketut Marsya Perisetya mengangkat kampanye edukasi mengenai Diabetes Melitus Tipe 2. Melalui media visual yang komunikatif dan mudah dipahami, mereka mengajak masyarakat untuk lebih mengenali faktor risiko, menerapkan pola hidup sehat, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan diabetes sejak dini.

Seluruh karya disusun melalui proses riset, diskusi, penyempurnaan konsep, hingga penyusunan produk sesuai dengan pedoman kompetisi. Setelah seluruh karya dikirimkan sesuai tenggat waktu yang telah ditentukan, tibalah masa yang paling menegangkan: menunggu pengumuman babak penyisihan.

Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan. Seluruh karya Tim KIR Harapan berhasil lolos ke babak final, sehingga seluruh tim berhak tampil dalam sesi presentasi yang dilaksanakan pada 6 Juli 2026.

Lolosnya seluruh tim ke babak final menjadi pencapaian tersendiri sekaligus memacu semangat untuk mempersiapkan presentasi secara maksimal. Bersama pembina KIR Harapan, Ibu Ni Ketut Yuli Santosa, S.Si., M.Ling., para peserta mulai menyempurnakan materi presentasi, memperbaiki desain media, melatih teknik penyampaian, hingga berlatih menjawab berbagai kemungkinan pertanyaan dari dewan juri.

Menariknya, proses pendampingan tersebut berlangsung di tengah kesibukan Ibu Yuli yang pada waktu bersamaan sedang mengikuti Program Bina Talenta Indonesia (BTI) Bidang STEM di Universitas Padjadjaran, Bandung. Meski mengikuti pelatihan intensif selama tujuh hari, beliau tetap menyempatkan diri memberikan masukan dan merevisi bahan presentasi setiap tim di sela-sela jadwal pelatihan.

Persiapan tim juga semakin kuat berkat dukungan para alumni KIR Harapan yang turut berbagi pengalaman menghadapi kompetisi ilmiah tingkat nasional. Salah satunya adalah Kak Meyta, alumni KIR Harapan, yang secara langsung mendampingi tim selama pelaksanaan babak final presentasi pada 6 Juli 2026.

Di hadapan dewan juri, seluruh tim mempresentasikan hasil karya mereka dengan penuh percaya diri. Setiap anggota mampu menjelaskan latar belakang penelitian, metode yang digunakan, hingga potensi implementasi inovasi yang dikembangkan. Berbagai pertanyaan kritis dari para juri pun berhasil dijawab dengan argumentasi yang logis, berbasis data, dan didukung hasil kajian ilmiah.

Usai presentasi, perjuangan belum berakhir. Seluruh peserta harus kembali menunggu satu hari lagi untuk mengetahui hasil akhir kompetisi yang diumumkan pada 7 Juli 2026. Suasana awarding dipenuhi rasa harap-harap cemas. Ketika nama demi nama pemenang mulai diumumkan, wajah para anggota tim tampak tegang menanti hasil yang akan diperoleh. Kerja keras akhirnya terbayar manis. Tim KIR Harapan berhasil meraih: Juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI); Juara I Lomba Video Edukasi; dan Juara Favorit Lomba Poster Publik.

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa budaya penelitian yang terus dikembangkan di SMAS Kristen Harapan mampu menghasilkan karya yang kreatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Lebih dari sekadar meraih gelar juara, kompetisi ini menjadi ruang belajar bagi tim KIR Harapan untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, melakukan riset ilmiah, berkolaborasi dalam tim, serta mengomunikasikan gagasan secara profesional.

Pembina KIR Harapan, Ibu Ni Ketut Yuli Santosa, S.Si., M.Ling., menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang dilalui seluruh tim dengan penuh dedikasi. "Prestasi ini adalah buah dari kerja keras, kolaborasi, dan semangat belajar dari seluruh tim. Saya berharap keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi anggota KIR Harapan untuk berani meneliti, berinovasi, dan menghasilkan solusi yang bermanfaat," ujarnya.

Keberhasilan di UMB-FEST 2026 sekaligus memperkuat komitmen SMAS Kristen Harapan dalam membangun ekosistem penelitian yang berkelanjutan. Dengan dukungan sekolah, guru, alumni, serta semangat anggotanya, KIR Harapan optimis akan terus melahirkan inovasi dan prestasi di berbagai kompetisi ilmiah