MPLS 2026: MENUMBUHKAN KARAKTER, KEBERSAMAAN, DAN SEMANGAT BARU DI SMAS KRISTEN HARAPAN DENPASAR
Denpasar, 13–17 Juli 2026 – Suasana penuh semangat mewarnai pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMAS Kristen Harapan yang berlangsung selama lima hari. Bagi ratusan murid baru, kegiatan ini bukan sekadar agenda pengenalan sekolah, tetapi menjadi langkah awal untuk mengenal lingkungan belajar yang baru, membangun karakter, menjalin persahabatan, serta mempersiapkan diri menjalani jenjang pendidikan di SMA dengan penuh semangat dan rasa percaya diri.
Rangkaian kegiatan dibuka pada Senin, 13 Juli 2026 melalui upacara pembukaan oleh Kepala SMAS Kristen Harapan, Ibu I Gusti Ayu Oka Citariani, M.Pd. Usai upacara pembukaan, murid diperkenalkan dengan visi dan misi sekolah sebagai fondasi dalam membangun budaya belajar yang unggul, yang disampaikan Kepala Sekolah. Selanjutnya, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Bapak I Putu Daniel Widhyadi Septiana, S.Pd., menjelaskan tata tertib sekolah serta budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun) yang menjadi pedoman dan identitas kehidupan sehari-hari di lingkungan SMAS Kristen Harapan.
Selanjutnya, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Ibu Ni Ketut Yuli Santosa, S.Si., M.Ling., memberikan materi pengenalan kurikulum bertajuk Penumbuhan Motivasi, Semangat, dan Cara Belajar yang Efektif; dengan 4 (empat) pokok materi yaitu: Mengenal Mata Pelajaran Wajib, Pilihan, dan Kokurikuler; Mengenal Diri dan Potensi Belajar; Membangkitkan Motivasi Internal; serta Teknik dan Strategi Belajar Efektif dan Efisien. Hari pertama ditutup dengan kegiatan eksplorasi diri di kelas dengan pembuatan drama bertema budaya 5S sebagai bentuk implementasi nilai-nilai yang telah dipelajari.
Memasuki hari kedua, Selasa, 14 Juli 2026, Ibu Ni Ketut Yuli Santosa, S.Si., M.Ling., kembali menyapa murid baru dengan memberikan penjelasan terkait Identifikasi Awal Kondisi Sosial-Emosional dan Konsentrasi Belajar Murid; Asesmen Literasi; Asesmen Numerasi; serta Identifikasi Bakat dan Minat. Asesmen ini penting dilakukan sebagai dasar bagi guru dalam memahami karakteristik murid sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung sesuai dengan sasaran serta sesuai dengan kebutuhan murid.
Murid juga memperoleh berbagai materi yang relevan dengan kehidupan remaja masa kini, seperti materi tentang Keadaban dan Keamanan Digital serta Dampak Negatif Kecanduan Gim Daring yang disampaikan oleh Bapak Ikhsan Maulana Putra Prasetyo, SPd. Materi terkait Bahaya NAPZA, Fenomena Sosial (Perilaku Remaja) disampaikan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) yang memberikan pemahaman mengenai pentingnya bahaya narkotika, psikotropika, serta zat adiktif lainnya. Sementara itu materi Literasi Digital yang disampaikan oleh Ibu Ni Made Dewi Astuti, S.Si., memperkuat kemampuan murid dalam menggunakan media digital secara cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Hari kedua ditutup dengan “Ruang Perjumpaan Murid Baru dan Sahabat Hebat” yang bertujuan membangun komunikasi, kepedulian, serta rasa saling menghargai antar teman.
Semangat kebersamaan semakin terasa pada hari ketiga, Rabu, 15 Juli 2026, yang diawali dengan senam pagi bersama. Suasana lapangan sekolah dipenuhi keceriaan ketika murid bergerak bersama mengikuti irama, menciptakan energi positif sebelum mengikuti aktivitas berikutnya. Selanjutnya, murid mengikuti pemeriksaan Aplikasi Satu Sehat, mengenal lingkungan sekolah melalui aktivitas outbound dengan berbagai permainan yang melatih kerja sama, komunikasi, dan kekompakan.
Pada sesi berikutnya, murid memperoleh pembekalan mengenai Delapan Dimensi Profil Lulusan, sebagai arah pembentukan karakter lulusan yang unggul, disampaikan oleh Waka Bidang Humas, Ibu Ni Putu Epifania Puspitahati, M.Pd., yang dilanjutkan dengan penguatan karakter melalui program Aku Anak Indonesia Hebat, Karakter Kuat (Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat) yang menanamkan nilai tanggung jawab, disiplin, integritas, serta semangat menjadi generasi yang berkarakter.
Hari keempat, Kamis, 16 Juli 2026, diisi dengan materi mengenai Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana yang disampaikan oleh Bali Safety Academy. Melalui kegiatan ini, murid belajar mengenali langkah-langkah yang harus dilakukan ketika terjadi keadaan darurat di lingkungan sekolah. Selain materi kesiapsiagaan, agenda hari keempat juga diisi dengan sesi perkenalan pengurus OSIS SMAS Kristen Harapan. Sesi perkenalan ini berlangsung secara interaktif, dimulai dari jajaran pengurus inti hingga seluruh seksi bidang dari Bidang 1 sampai Bidang 8, guna mengenalkan struktur organisasi, peran, serta program kerja OSIS kepada murid baru.
Tidak hanya itu, beragam ekstrakurikuler turut diperkenalkan kepada murid baru sebagai sarana mengembangkan minat dan bakat dibidang akademik maupun nonakademik. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan materi ASRI (Aku, Kamu, dan Lingkungan Kita Bersama), disampaikan oleh Ibu Ni Made Yani Prastiwi, M.Pd., yang mengajak murid untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan membangun hubungan yang positif dengan sesama warga sekolah. Kegiatan hari itu dilanjutkan dengan sesi perkenalan guru dan tenaga kependidikan sehingga murid baru dapat mengenal mereka yang akan mendampingi perjalanan belajar di SMAS Kristen Harapan selama 3 (tiga) tahun ke depan. Acara hari itu kemudian ditutup dengan penutupan MPLS oleh Kepala SMAS Kristen Harapan.
Jumat, 17 Juli 2026, hari terakhir MPLS, lapangan sekolah berubah menjadi panggung kreativitas ketika berbagai ekstrakurikuler menampilkan demonstrasi serta pertunjukan terbaiknya. Ruang-ruang kelas juga diubah menjadi stand ekstrakurikuler, sehingga murid baru dapat mengenal lebih dekat terkait dengan ekstrakurikuler di sekolah, untuk selanjutnya memilih minimal 1 (satu) esktrakurikuler, sesuai dengan minat dan bakat murid.
Suasana hari terakhir semakin istimewa dengan kunjungan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bapak Prof. Dr. H. Atip Latipulhayat, S.H., LL.M., Ph.D. ke Sekolah Harapan. Kehadiran beliau dan tim menjadi motivasi tersendiri bagi seluruh warga sekolah. Dalam kunjungannya, Wakil Menteri dan tim meninjau secara langsung pelaksanaan MPLS yang berlangsung dengan tertib, ramah, dan penuh semangat, sekaligus memberikan dorongan kepada murid baru untuk terus belajar, membangun karakter, dan mengembangkan prestasi.
Sebelum rangkaian kegiatan resmi berakhir, seluruh murid mendapatkan pengarahan dari wali kelas amsing-masing untuk persiapan pembelajaran di sekolah di minggu berikutnya. Selama 5 (lima) hari pelaksanaan MPLS, murid tidak hanya memperoleh informasi mengenai kehidupan sekolah, mengenal lingkungan sekolah, namun murid juga belajar mengenai karakter, kolaborasi, kepemimpinan, literasi digital, kepedulian terhadap lingkungan, hingga pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental.
Murid mengakui bahwa MPLS di SMAS Kristen Harapan berlangsung dengan baik, lancar, tertib, serta menyenangkan. Disamping karena hal ini dipersiapkan dengan baik, materi dan aktivitas MPLS yang diberikan telah mengacu pada Rujukan MPLS Ramah yang dikeluarkan oleh Kemendikdasmen.
“Selamat bergabung di SMAS Kristen Harapan Denpasar. Jadikan setiap pengalaman sebagai langkah awal untuk bertumbuh, berkarya, dan menjadi pribadi yang berkarakter, berprestasi, serta membawa dampak positif bagi sesama.”
Penulis : I Wayan Dika Praditya (XI MIPA 5) & Stevani Kheng (XI MIPA 4)




