WAMENDIKDASMEN TINJAU MPLS RAMAH DI SEKOLAH HARAPAN, PASTIKAN MURID BARU RASAKAN PENGALAMAN BELAJAR YANG AMAN DAN BERMAKNA
Suasana penuh antusias dan keceriaan menyelimuti Sekolah Harapan pada Jumat, 17 Juli 2026. Hari terakhir pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah menjadi semakin istimewa dengan kehadiran Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Prof. Dr. Atip Latipulhayat, S.H., LL.M., Ph.D., bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Ir. Suharti, M.A., Ph.D., yang melakukan monitoring langsung pelaksanaan MPLS mulai dari jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK di lingkungan Sekolah Harapan.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk memastikan bahwa pelaksanaan MPLS Ramah benar-benar menghadirkan pengalaman pertama di sekolah yang aman, menyenangkan, inklusif, dan bermakna bagi seluruh murid baru. Dalam kunjungan tersebut, rombongan kementerian turut didampingi oleh Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Bali, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Bali, serta jajaran UPT Kemendikdasmen Provinsi Bali. Dari pihak Sekolah Harapan, rombongan disambut oleh Pengurus Yayasan Perguruan Kristen Harapan, para kepala sekolah dari setiap jenjang pendidikan, beserta jajaran guru.
Salah satu titik kunjungan berlangsung di SMAS Kristen Harapan Denpasar, di mana pada hari terakhir MPLS para murid baru tengah mengikuti Parade Ekstrakurikuler. Berbagai kegiatan ekstrakurikuler menampilkan hasil karya, demonstrasi, hingga pertunjukan yang berlangsung di ruang-ruang kelas maupun di lapangan tengah Sekolah Harapan.
Di SMAS Kristen Harapan, Wamendikdasmen bersama rombongan mengawali kunjungan dengan meninjau berbagai stand ekstrakurikuler yang dipenuhi antusiasme para murid. Di stand ekstrakurikuler, beliau menyempatkan diri berdialog dengan anggota ekstrakurikuler dan mengamati beragam karya/penghargaan yang dipamerkan, serta memberikan apresiasi terhadap semangat kreativitas yang ditunjukkan para murid.
Kunjungan kemudian berlanjut ke lapangan tengah Sekolah Harapan, tempat parade ekstrakurikuler berlangsung. Berbagai penampilan seni, olahraga, dan kepemimpinan memeriahkan suasana dan memberikan gambaran kepada murid baru mengenai beragam kesempatan untuk mengembangkan potensi diri selama bersekolah.
Di tengah suasana yang hangat, Prof. Atip tampak membaur dengan para murid baru. Beliau berbincang santai, menyapa murid baru, serta memberikan motivasi agar mereka menjalani masa transisi menuju jenjang pendidikan yang baru dengan penuh semangat.
Usai meninjau kegiatan di lapangan, rombongan melanjutkan agenda menuju Aula Gereja untuk bertemu dengan perwakilan murid dari seluruh jenjang pendidikan. Setibanya di aula, rombongan disambut oleh ratusan murid yang telah duduk dengan tertib sesuai jenjang masing-masing. Suasana formal perlahan berubah menjadi hangat ketika Prof. Atip mulai berinteraksi langsung dengan para peserta.
Dengan gaya komunikasinya yang santai dan penuh keakraban, beliau melontarkan sejumlah pertanyaan kepada para murid mengenai pengalaman mereka selama mengikuti MPLS. Tidak sedikit murid yang dengan penuh percaya diri mengangkat tangan dan maju ke depan untuk menjawab pertanyaan tersebut.
Setiap jawaban mendapat apresiasi berupa hadiah langsung dari Wamendikdasmen. Momen tersebut pun menghadirkan suasana yang penuh tawa, semangat, dan antusiasme. Meski berlomba-lomba ingin menjawab, para murid tetap menunjukkan sikap tertib, sopan, dan saling menghargai, mencerminkan nilai-nilai positif yang telah ditanamkan selama pelaksanaan MPLS.
Interaksi sederhana itu menjadi bukti bahwa proses pengenalan lingkungan sekolah tidak harus berlangsung kaku, tetapi dapat dikemas secara edukatif sekaligus menyenangkan sehingga mampu membangun rasa percaya diri murid sejak hari pertama mereka memasuki lingkungan sekolah.
Pada kesempatan yang berbahagia tersebut, Prof. Atip juga memberikan pesan motivasi, "Anak-anak, jadikan masa pengenalan lingkungan sekolah ini sebagai awal untuk mengenal lingkungan baru, membangun persahabatan, dan menumbuhkan semangat belajar. Jangan ragu bertanya, berani mencoba, dan saling menghormati satu sama lain. Sekolah adalah ruang yang aman untuk bertumbuh menjadi pribadi yang berkarakter dan siap meraih cita-cita," pesan Prof. Atip kepada para murid baru.
Puncak kunjungan berlangsung ketika Prof. Atip secara resmi menutup rangkaian MPLS Ramah Sekolah Harapan Tahun Ajaran 2026/2027. Sebagai simbol berakhirnya masa pengenalan dan dimulainya perjalanan sebagai warga sekolah, beliau melakukan pelepasan tanda peserta murid baru. Prosesi sederhana tersebut disambut tepuk tangan seluruh peserta yang memenuhi aula dan menjadi penanda bahwa para murid kini siap memasuki kehidupan belajar sebagai bagian dari keluarga besar Sekolah Harapan.
Momentum tersebut sekaligus menegaskan pesan utama MPLS Ramah, yakni bahwa sekolah bukan sekadar tempat memperoleh pengetahuan, tetapi ruang yang aman bagi setiap murid untuk bertumbuh, mengembangkan karakter, membangun persahabatan, dan menggapai cita-cita.
Kunjungan Wamendikdasmen dan Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap kualitas pelaksanaan MPLS di satuan pendidikan. Monitoring ini memastikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berlangsung sesuai semangat MPLS Ramah, yang menempatkan murid sebagai pusat pembelajaran dan menghadirkan pengalaman awal sekolah yang positif. Bagi keluarga besar Sekolah Harapan, kehadiran jajaran pimpinan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menjadi sebuah kehormatan sekaligus motivasi untuk terus menghadirkan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan menyenangkan.
Melalui pelaksanaan MPLS Ramah yang mengedepankan penguatan karakter, pengenalan budaya sekolah, pengembangan potensi, serta interaksi yang humanis, Sekolah Harapan terus berkomitmen menciptakan pengalaman pertama yang berkesan bagi setiap murid baru. Diharapkan, pengalaman tersebut menjadi fondasi awal dalam membentuk generasi pembelajar yang berkarakter, percaya diri, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.





