MENYAMAKAN LANGKAH SEJAK AWAL: SEKOLAH DAN ORANG TUA KELAS X DUDUK BERSAMA MEMBACA POTENSI ANAK
Aula Yayasan Perguruan Kristen Harapan SMAS Kristen Harapan dipenuhi suasana hangat, Sabtu, 10 Januari 2026. Meskipun merupakan hari libur karena sekolah telah menerapkan 5 hari sekolah (Senin – Jumat), namun hari Sabtu ini berbeda. SMAS Kristen Harapan menggelar Pertemuan Orang Tua/Wali Murid Kelas X, yang merupakan agenda rutin sekolah untuk menyamakan persepsi, berbagi informasi akademik, sekaligus memahami potensi murid melalui hasil psikotes yang telah dilaksanakan di awal tahun ajaran.
Acara diawali dengan doa yang dipimpin oleh Ibu Pastini Faomasi Hulu, S.Pd.K., dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya. Suasana kemudian mengalir lebih akrab saat Kepala SMAS Kristen Harapan, Bapak Drs. I Gusti Putu Karibawa, M.Pd., menyampaikan sapaan serta menyampaikan terima kasih kepada orang tua/wali murid yang telah mempercayakan pendidikan bagi putra-putrinya di sekolah ini. Kepala sekolah juga menyampaikan visi-misi sekolah sebagai pedoman utama yang memberikan arah, motivasi, dan standar kerja bagi seluruh warga sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan yang berkualitas, membentuk karakter siswa, meningkatkan mutu pembelajaran, dan membangun reputasi sekolah di masyarakat.
Seusai tayangan profil sekolah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Ibu Ni Ketut Yuli Santosa, S.Si., M.Ling., memaparkan informasi akademik. Mengawali pemaparannya, Ibu Yuli menampilkan Rapor Pendidikan SMAS Kristen Harapan dengan kategori Baik (hijau) pada semua komponen, dilanjutkan dengan penyampaian kalender akademik, serta struktur kurikulum sesuai dengan Permendikdasmen No. 12/2025. Penjelasan ini menjadi pengantar penting sebelum orang tua/wali murid diajak memahami hasil pemeriksaan psikologi putra-putri mereka. Ibu Yuli menyampaikan,”Hasil psikotest bukan merupakan hasil akhir, namun sebagai bahan pertimbangan bagi murid dan orang tua/wali untuk menentukan Peminatan/Mapel Pilihan di Kelas XI nanti.” Sekolah menyediakan 3 kelompok Peminatan/Mapel Pilihan yaitu: (1) dengan mapel pilihan Biologi, Kimia, Fisika, dan Matematika Tingkat Lanjut; (2) dengan mapel pilihan Biologi, Kimia, Fisika, dan Informatika; serta (3) dengan mapel pilihan Sosiologi, Ekonomi, Geografi, dan Bahasa Inggris Tingkat Lanjut. Ketiga kelompok ini disesuaikan dengan aturan serta regulasi yang berlaku, ketersediaan sumber daya di sekolah, serta telah disesuaikan dengan jenjang berikutnya yang akan dipilih murid.
Ibu Yuli juga menyampaikan karakteristik budaya sekolah serta prestasi murid yang telah terintegrasi dengan SIMT (Sistem Manajemen Talenta) Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Tepuk tangan membahana saat Bu Yuli menyampaikan bahwa SMAS Kristen Harapan merupakan SMA swasta terbaik no. 1 di Kota Denpasar berkat raihan prestasinya yang telah di-update pada https://simt.kemendikdasmen.go.id/ (Note: berita terkait dapat disimak pada: https://www.detik.com/bali/berita/d-7968716/8-rekomendasi-sma-swasta-dengan-prestasi-terbaik-di-denpasar
Sesi yang paling menyita perhatian adalah penyampaian Hasil Psikotes yang disampaikan oleh Bapak Drs. Yohanes Bambang RHP, Psi., psikolog yang menangani pemeriksaan psikologi murid. Dengan bahasa yang komunikatif, beliau menjelaskan berbagai aspek psikologis yang terungkap, mulai dari IQ, EQ, SQ, Social Quotient, kecerdasan majemuk, hingga gaya belajar. Orang tua diajak melihat hasil psikotes bukan sebagai label, melainkan sebagai peta potensi yang perlu dipahami dan dioptimalkan dari sisi positifnya.
Menariknya, Bapak Bambang juga membagikan wawasan sederhana namun bermakna tentang cara menyampaikan informasi kepada anak. Ia menjelaskan bahwa telinga kanan terhubung dengan otak kiri yang berperan dalam logika, analisis, dan bahasa, sementara telinga kiri terhubung dengan otak kanan yang berkaitan dengan emosi, kreativitas, dan intuisi. Cara orang tua berbicara dan “masuk” dari sisi yang tepat, menurutnya, dapat memengaruhi bagaimana pesan diterima oleh anak.
Sesi tanya jawab berlangsung aktif. Beragam pertanyaan muncul, terutama seputar cara mengenali bakat dan minat murid serta langkah konkret untuk mengembangkannya di rumah dan di sekolah. Diskusi ini mencerminkan kepedulian orang tua yang ingin terlibat lebih jauh dalam proses tumbuh kembang anak.
Menutup rangkaian acara, kepala Sekolah kembali menegaskan bahwa hasil psikotes merupakan salah satu bahan pertimbangan penting, khususnya dalam pemilihan mata pelajaran peminatan di kelas XI. Tujuannya agar anak-anak tidak salah arah, tetapi melangkah sesuai potensi, minat, dan cita-cita mereka.
Pertemuan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan wujud kolaborasi nyata antara sekolah dan orang tua. Dengan saling berbagi informasi dan memahami anak secara lebih utuh, langkah pendidikan di kelas X diharapkan menjadi fondasi yang kuat bagi masa depan murid SMAS Kristen Harapan menuju ke jenjang berikutnya.



