post-image

Tanamkan Disiplin dan Jati Diri, Murid SMASK Harapan Ikuti Program Bela Negara

Denpasar – Sebanyak 7 murid SMAS Kristen Harapan (SMASK Harapan) antara lain Bimbi (X4), Daniel (XII3), Diva (X4), Dilla (X4), Daud (XI IPS 3), Bernadinus (X3), Cheinan (X9) baru saja menyelesaikan kegiatan Bela Negara yang berlangsung selama tiga hari dua malam yakni tepatnya pada 19-21 Desember 2025 di TNI Jl. Tendean, Banjar Anyar, Kec. Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali. Kegiatan ini dirancang menyerupai latihan dasar kepemimpinan (LDK) dengan bimbingan langsung dari personel TNI.

Selama tiga hari, para peserta dihadapkan pada jadwal yang ketat dan berbagai aktivitas fisik yang menantang. Mulai dari materi wawasan kebangsaan hingga praktik lapangan seperti :

  1. Peraturan Baris Berbaris (PBB) : Melatih kekompakan dan ketegasan.
  2. Aksi Ekstrem :  Turun tebing (rappelling) dan memanjat untuk menguji keberanian.
  3. Penyampaian Materi TNI: Penguatan mental dan ideologi negara.
  4. Malam Keakraban : Games tebak kata, yel-yel, dan berbagi cerita antarpeserta

Bagi para peserta, kegiatan ini memberikan kesan yang mendalam. Bimbi (X4) mengaku sempat merasa takut di awal, namun perlahan ia mulai menikmati prosesnya. “Awalnya takut, tapi lama-lama terbiasa dan jadi bahagia. Saya belajar bahwa kunci disiplin adalah menghormati yang lebih tua dan tidak melakukan hal-hal yang aneh,” ungkapnya. Bimbi berharap pengalaman ini menjadi bekalnya untuk meraih cita-cita masuk TNI/Polri. Senada dengan Bimbi, Daniel (12-3) yang sudah terbiasa dengan kegiatan serupa merasa senang karena bisa memperluas relasi. Menurutnya, Bela Negara adalah momen tepat untuk menemukan jati diri. “Penting untuk melatih mental mandiri dan keluar dari zona nyaman agar bisa menjadi pribadi yang berguna di kemudian hari,” kata Daniel.

Salah satu tantangan terberat yang dirasakan peserta adalah aturan tanpa telepon genggam (HP). Diva (X4) menceritakan bagaimana ia dan teman-temannya harus beradaptasi dengan keterbatasan teknologi. “Tantangannya banyak, terutama sehari tanpa HP itu rasanya aneh. Tapi justru itu seru, kita jadi lebih fokus ngobrol, cerita-cerita, dan menjalin pertemanan baru dengan murid dari sekolah lain,” tutur Diva. Ia juga menekankan betapa ketatnya manajemen waktu di sana, di mana setiap aktivitas mulai dari bangun pagi hingga makan harus dilakukan serentak dan tepat waktu.

Kegiatan Bela Negara ini bukan sekadar latihan fisik, melainkan upaya SMASK Harapan untuk mencetak generasi muda yang disiplin, tangguh, dan berwawasan luas. Melalui kebersamaan dalam 3 hari tersebut, ke 7 murid ini pulang dengan membawa mentalitas baru dan persahabatan yang lebih erat