Semarak Peringatan HUT SMAS Kristen Harapan di Lapangan Puputan: Wujud Syukur, Kebersamaan, dan Unjuk Bakat Murid
Denpasar – Suasana di Lapangan Puputan Badung tampak penuh dengan warna dan kehangatan pada Jumat 4 september 2026 pagi.Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) SMAS Kristen Harapan Denpasar yang ke-62 tahun pada 2 September digelar pada 4 September 2026 secara meriah mulai pukul 07.00 hingga 11.00 WITA dengan mengusung perpaduan momen spiritual, formalitas kelembagaan, serta pentas seni dan perlombaan antarkelas.
Kegiatan diawali dengan sesi ibadah syukur sebagai landasan spiritual seluruh rangkaian acara. Ibadah tersebut dipimpin oleh Ibu Ria Mulya Putri Purba, S.Si.Teol. Penampilan dan pujian dalam ibadah membawa suasana khidmat bagi segenap warga sekolah yang hadir. Abi, murid kelas XI MIPA 4 yang terlibat aktif dalam sesi ibadah, menyampaikan pandangannya mengenai esensi dari pembukaan kegiatan ini.
“Menurut saya maknanya itu, kita sebelum memulai kegiatan memang harus ada ibadah. Supaya kegiatan berjalan tetap lancar dan dengan dukungan Tuhan kita masih bisa menyelesaikan kegiatan tersebut dengan lebih baik,” tutur Abi usai pelaksanaan ibadah. Ia juga mengaku sangat senang dapat beribadah bersama rekan-rekannya dan berharap sekolah semakin sukses serta mampu melahirkan generasi murid yang terdidik secara maksimal.
Sebagai simbol rasa syukur dan pembukaan resmi peringatan HUT, prosesi pemotongan kue secara simbolis dilakukan langsung oleh Kepala SMAS Kristen Harapan, Ibu I Gusti Ayu Oka Citariani, M.Pd., yang didampingi jajaran pengurus Yayasan Perguruan Kristen Harapan yakni Ibu Dra. Ni Made Wirasmini, M.Pd. Sapaan hangat dan motivasi turut disampaikan oleh pihak yayasan serta Kepala Sekolah untuk membakar semangat para murid dalam mengejar prestasi dan menjaga nilai kebersamaan.
Usai prosesi ibadah dan pembukaan formal, panggung acara dihidupkan oleh penampilan bakat murid. Grup modern dance yang terinspirasi dari gaya energized K-Pop turut memukau para penonton. Eva, murid kelas XII IPS 3 yang menjadi bagian dari tim dance, mengungkapkan bahwa fokus utama timnya terletak pada proses latihan. “Momen paling berkesan buat kami itu kerja sama saat latihan, bagaimana kami bisa kompak barengan. Konsepnya kami ambil dari MEOVV karena ada unsur olahraganya yang bikin tubuh bugar. Pelajaran terpenting yang kami dapat tentu kerjasama dan kekompakan tim,” jelas Eva.
Di area lapangan, keseruan perlombaan tradisional seperti tarik tambang dan bola sarung menjadi magnet utama yang memantik riuh sorak. Ibu Komang Ayu Siva Santhi Wirya, S.Pd., salah satu guru yang mendampingi acara, mengapresiasi antusiasme para murid yang dinilainya terus meningkat setiap tahun. “Murid-murid terlihat sangat antusias dan semangat bertanding. Nilai positifnya, mereka jadi saling terikat, berkolaborasi, dan semakin kompak. Semoga ke depannya SMAS Kristen Harapan semakin jaya, sukses selalu, bertambah muridnya, makin disiplin, serta membawa kesejahteraan bagi anak didik dan para guru,” ungkap Ibu Komang Ayu Siva Santhi Wirya S.Pd.
Dukungan serta kejutan juga lahir dari arena kompetisi. Brandon, murid kelas XI IPA 5 yang berlaga di tim tarik tambang, menceritakan pengalaman tak terduganya bersama rekan sekelas. “Dari kami sebenarnya tidak ada persiapan khusus, tinggal main spontan saja. Ekspektasi awal kami kira Cuma menang sekali, ternyata bisa tembus sampai juara dua. Cukup kaget dengan kerja sama kelas, tapi akhirnya kami bisa improve, kompak, dan menang,” ucap Brandon.
Suasana riuh di pinggir lapangan pun dirasakan oleh para penonton. Hanz, murid kelas XI IPA 5, menilai acara tahun ini berlangsung sangat berkesan karena dapat mempererat interaksi antarmurid dari berbagai angkatan. Menurutnya, momen tarik tambang menjadi yang paling seru karena memperlihatkan perjuangan dan adu kekuatan antarwakil kelas.
Pentingnya kekompakan tim ini juga dirasakan oleh Tugus, murid kelas X2 yang mengikuti lomba bola sarung. Ia menegaskan bahwa pelajaran utama yang didapat dari setiap perlombaan adalah pentingnya menurunkan ego untuk saling bekerja sama agar mencapai hal yang diinginkan
Kehangatan panggung dilanjutkan oleh aksi grup band sekolah, Cettha X5 Walau hanya mempersiapkan diri dalam rentang waktu tergolong singkat, yakni dua hingga tiga hari, mereka sukses menghidupkan suasana Lapangan Puputan. “Sebenarnya tidak ada kesulitan yang berarti, jujur seru dan have fun saja. Semoga lagu-lagu yang kami bawakan bisa menghibur penonton dan liriknya membawa motivasi,” ujar Cettha.
Rangkaian acara meriah ini akhirnya resmi ditutup kembali oleh Kepala Sekolah, Ibu I Gusti Ayu Oka Citariani, M.Pd., sekitar pukul 11.00 WITA. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan lancar, meninggalkan kesan mendalam serta harapan baru bagi kemajuan SMAS Kristen Harapan di masa yang akan datang.
Penulis : Stevani Kheng (XI MIPA 4), I Wayan Dika Praditya (XI MIPA 5)



