"Sorak Semangat dan Kebersamaan Warnai Jeda Semester SMAS Kristen Harapan"
Dalam rangka mengisi waktu jeda semester, SMAS Kristen Harapan menyelenggarakan berbagai kegiatan dan perlombaan yang berlangsung pada tanggal 8–10 Juni 2026 di Lapangan Puputan Badung. Mengusung tema
"Bring Out Our Spirit Together" kegiatan ini bertujuan untuk membangun semangat, kebersamaan, sportivitas, serta mempererat hubungan antarsiswa melalui berbagai aktivitas yang menarik dan menyenangkan.
Selama tiga hari pelaksanaan, para siswa mengikuti beragam perlombaan, seperti Sepak Bola mini putra dan putri, Last Standing Balloon, Danger Zone, Balon Ular dan Botol Target. Setiap peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti setiap pertandingan dan permainan. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya diajak untuk berkompetisi secara sehat, tetapi juga belajar bekerja sama, saling mendukung, dan membangun rasa persaudaraan.
Salah satu perlombaan yang paling menarik perhatian adalah Lomba Sepak Bola Mini Putra dan Putri. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa narasumber,
yaitu I Putu Daniel Widhyadi Septiana, S.Pd., Kadek Suryanto Karibawa, Ni Kadek Sriani, dan Putu Christine Nova Friskila, S.Pd., diperoleh berbagai tanggapan mengenai pelaksanaan Lomba Sepak Bola Mini.
Menurut I Putu Daniel Widhyadi Septiana, S.Pd., selaku pembina, tujuan utama diadakannya Lomba Sepak Bola Mini adalah untuk membangun kebersamaan antarsiswa melalui kerja sama tim. Melalui perlombaan ini, siswa belajar mempersiapkan diri, berlatih bersama, menyusun strategi, hingga bekerja sama saat pertandingan berlangsung. Selain melatih kekompakan dan sportivitas, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan interaksi serta kebersamaan antarsiswa melalui kegiatan di luar kelas. Oleh karena itu, Lomba Sepak Bola Mini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah untuk menumbuhkan nilai-nilai kerja sama, tanggung jawab, dan persahabatan.
Adapun berbagai pengalaman yang disampaikan oleh para peserta dan panitia menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap pelaksanaan Lomba Sepak Bola Mini. Kadek Surya Artha Widi Wibawa dari kelas X-2, yang turut berperan sebagai peserta sekaligus panitia, menjelaskan bahwa sistem pertandingan yang digunakan adalah sistem babak gugur, di mana tim yang kalah langsung tereliminasi dan tidak dapat melanjutkan ke babak berikutnya. Menurutnya, sistem pertandingan yang digunakan untuk tim putra dan putri tidak memiliki perbedaan. Saat ditanya mengenai perasaannya selama kegiatan berlangsung, ia mengungkapkan, “Wah, senang sekali. Saya bisa mengeluarkan semangat saya dengan teriak-teriak di lapangan dan menjadi komentator.” Sebagai peserta sekaligus panitia, ia merasa bangga dapat ikut menyukseskan jalannya perlombaan. Ia juga berharap kegiatan seperti ini dapat lebih sering diadakan. “Semoga lebih sering ada kegiatan seperti ini karena saya suka bermain bola,” ujarnya.
Sementara itu, Ni Kadek Sriani dari kelas X-6 selaku peserta Lomba Sepak Bola Mini Putri mengaku bahwa pertandingan yang diikutinya berlangsung cukup menegangkan. Ia mengatakan bahwa sejak awal pertandingan dirinya sudah merasa gugup dan khawatir timnya akan kalah. “Tadi pagi rasanya menegangkan. Saya sempat berpikir, ‘ya sudah, bakal kalah nih’, dan ternyata benar kalah,” ungkapnya. Meskipun timnya belum berhasil meraih kemenangan, ia menganggap hal tersebut sebagai pengalaman baru yang berharga selama bersekolah di SMAS Kristen Harapan. Ia menilai kegiatan tersebut tetap seru dan menyenangkan karena memberinya kesempatan untuk bekerja sama dengan teman satu tim serta merasakan suasana kompetisi yang sehat. Ia berharap kegiatan jeda semester di masa mendatang dapat dikembangkan menjadi lebih menarik dan memberikan pengalaman yang semakin berkesan bagi seluruh siswa.
Selain itu, Putu Christine Nova Friskila, S.Pd., selaku guru yang turut menyaksikan jalannya pertandingan, juga memberikan tanggapannya mengenai kegiatan jeda semester tahun ini. Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan sangat seru dan menarik, terutama pertandingan sepak bola mini yang menampilkan permainan yang kompetitif dan menghibur. Ia menilai bahwa para peserta, baik putra maupun putri, menunjukkan kemampuan yang baik serta semangat yang tinggi selama pertandingan berlangsung.
Menurut Ibu Christine, kegiatan olahraga seperti ini dapat menjadi sarana untuk menemukan sekaligus mengembangkan bibit pemain berbakat yang berpotensi mewakili sekolah dalam berbagai kompetisi. Meskipun cuaca di lokasi kegiatan cukup panas, hal tersebut tidak mengurangi semangat para peserta dalam mengikuti perlombaan. Sebagai pesan untuk seluruh siswa, Ibu Christine berharap para peserta tetap menjaga semangat dan sportivitas dalam setiap pertandingan. Ia mengingatkan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mempererat kebersamaan, bukan untuk mencari permusuhan. “Jangan karena kalah lalu menjadi bermusuhan. Tetap bermain dengan sportif dan saling mendukung satu sama lain,” pesannya. Ia juga berharap kegiatan jeda semester di masa mendatang dapat berlangsung lebih baik lagi dan memberikan pengalaman yang semakin berkesan bagi seluruh siswa SMAS Kristen Harapan.
Selain Lomba Sepak Bola Mini, kegiatan Jeda Semester SMAS Kristen Harapan juga dimeriahkan oleh Lomba Last Standing Balloon yang berlangsung penuh keseruan dan tawa. Perlombaan ini menguji strategi, ketangkasan, dan kewaspadaan peserta dalam mempertahankan balonnya sekaligus berusaha memecahkan balon milik peserta lain.
Berdasarkan hasil wawancara dengan Gabriel Reyfaldo Uen dari kelas XI MIPA 5 selaku peserta lomba, kegiatan ini memberikan pengalaman yang sangat menyenangkan dan menantang. Saat ditanya mengenai perasaannya mengikuti perlombaan tersebut, Gabriel mengatakan, “Saya merasa sangat senang dan bersemangat karena lomba ini seru dan menantang. Selain itu, saya juga bisa bersaing secara sportif dengan peserta lain.”
Gabriel juga menyampaikan kesannya terhadap pelaksanaan perlombaan. Menurutnya, kegiatan berlangsung dengan sangat baik dan penuh antusiasme dari para peserta. “Kesan saya sangat baik. Acara berlangsung meriah, peserta antusias, dan lombanya memberikan pengalaman yang menyenangkan,” ungkapnya.
Di balik keseruan perlombaan, Gabriel mengaku memiliki ekspektasi besar untuk memenangkan pertandingan. Namun, karena sempat meremehkan lawan, ia menjadi kurang waspada dan akhirnya harus menerima kekalahan. Pengalaman tersebut memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya tetap fokus, menghargai kemampuan lawan, dan menjaga sportivitas dalam setiap kompetisi.
Sebagai pesan dan harapan untuk kegiatan mendatang, Gabriel berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan. “Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus diadakan karena dapat mempererat kebersamaan antarsiswa. Semoga ke depannya acara dapat dibuat lebih menarik dan lebih meriah lagi,” ujarnya.
Melalui Lomba Last Standing Balloon, para peserta tidak hanya memperoleh hiburan, tetapi juga belajar tentang strategi, ketangkasan, sportivitas, serta pentingnya menjaga fokus dalam menghadapi tantangan. Kegiatan ini berhasil menciptakan suasana kompetitif yang sehat sekaligus mempererat kebersamaan antarsiswa.
Tidak kalah seru dari perlombaan lainnya, Lomba Danger Zone juga berhasil memeriahkan kegiatan Jeda Semester SMAS Kristen Harapan. Perlombaan ini menarik perhatian banyak siswa karena menguji fokus dan kerja sama antaranggota tim selama permainan berlangsung.
Dalam permainan tersebut, peserta harus berjalan menuju garis finish dengan mata tertutup sambil melewati rintangan berupa botol plastik yang disusun secara acak di area permainan. Peserta harus tetap berhati-hati agar tidak menjatuhkan rintangan yang ada. Sorakan dan dukungan dari para penonton membuat suasana perlombaan terasa semakin ramai dan penuh semangat.
Salah satu peserta lomba bernama Ni Made Carissa Dylan Chahya Putri dari kelas XI IPS 4 mengaku sempat merasa gugup sebelum permainan dimulai karena takut melakukan kesalahan saat melewati rintangan. Namun setelah perlombaan selesai, ia merasa lega karena dirinya bersama teman satu tim sudah berusaha memberikan yang terbaik selama pertandingan berlangsung.
Menurut Dylan, tantangan terbesar dalam Lomba Danger Zone adalah menjaga konsentrasi di tengah suasana yang ramai. Karena peserta bermain dengan mata tertutup, komunikasi antaranggota tim menjadi hal yang sangat penting. Untuk membantu peserta tetap fokus menuju garis akhir, timnya memberikan arahan suara yang jelas selama permainan berlangsung.
Saat diminta menyampaikan kesannya terhadap perlombaan tersebut, Dylan mengatakan, “Menurut saya game ini berbeda dari yang lain karena kita harus fokus dan percaya sama tim sendiri. Walaupun susah, tapi itu yang bikin permainannya menjadi lebih seru.”
Dylan juga menyampaikan pesannya yaitu, “Kegiatan seperti ini seru karena bisa bikin kita lebih kompak dan lebih dekat sama teman-teman saat main bareng.”
Melalui perlombaan ini, para siswa tidak hanya memperoleh hiburan, tetapi juga belajar tentang pentingnya kerja sama dan komunikasi selama kegiatan berlangsung.
Tidak kalah seru dari perlombaan lainnya, Lomba Danger Zone juga berhasil memeriahkan kegiatan Jeda Semester SMAS Kristen Harapan. Perlombaan ini menarik perhatian banyak siswa karena menguji fokus dan kerja sama antaranggota tim selama permainan berlangsung.
Dalam permainan tersebut, peserta harus berjalan menuju garis finish dengan mata tertutup sambil melewati rintangan berupa botol plastik yang disusun secara acak di area permainan. Peserta harus tetap berhati-hati agar tidak menjatuhkan rintangan yang ada. Sorakan dan dukungan dari para penonton membuat suasana perlombaan terasa semakin ramai dan penuh semangat.
Salah satu peserta lomba bernama Ni Made Carissa Dylan Chahya Putri dari kelas XI IPS 4 mengaku sempat merasa gugup sebelum permainan dimulai karena takut melakukan kesalahan saat melewati rintangan. Namun setelah perlombaan selesai, ia merasa lega karena dirinya bersama teman satu tim sudah berusaha memberikan yang terbaik selama pertandingan berlangsung.
Menurut Dylan, tantangan terbesar dalam Lomba Danger Zone adalah menjaga konsentrasi di tengah suasana yang ramai. Karena peserta bermain dengan mata tertutup, komunikasi antaranggota tim menjadi hal yang sangat penting. Untuk membantu peserta tetap fokus menuju garis akhir, timnya memberikan arahan suara yang jelas selama permainan berlangsung.
Saat diminta menyampaikan kesannya terhadap perlombaan tersebut, Dylan mengatakan, “Menurut saya game ini berbeda dari yang lain karena kita harus fokus dan percaya sama tim sendiri. Walaupun susah, tapi itu yang bikin permainannya menjadi lebih seru.”
Dylan juga menyampaikan pesannya yaitu, “Kegiatan seperti ini seru karena bisa bikin kita lebih kompak dan lebih dekat sama teman-teman saat main bareng.”
Melalui perlombaan ini, para siswa tidak hanya memperoleh hiburan, tetapi juga belajar tentang pentingnya kerja sama dan komunikasi selama kegiatan berlangsung.
Tidak kalah seru dari perlombaan lainnya, Lomba Danger Zone juga berhasil memeriahkan kegiatan Jeda Semester SMAS Kristen Harapan. Perlombaan ini menarik perhatian banyak siswa karena menguji fokus dan kerja sama antaranggota tim selama permainan berlangsung.
Dalam permainan tersebut, peserta harus berjalan menuju garis finish dengan mata tertutup sambil melewati rintangan berupa botol plastik yang disusun secara acak di area permainan. Peserta harus tetap berhati-hati agar tidak menjatuhkan rintangan yang ada. Sorakan dan dukungan dari para penonton membuat suasana perlombaan terasa semakin ramai dan penuh semangat.
Salah satu peserta lomba bernama Ni Made Carissa Dylan Chahya Putri dari kelas XI IPS 4 mengaku sempat merasa gugup sebelum permainan dimulai karena takut melakukan kesalahan saat melewati rintangan. Namun setelah perlombaan selesai, ia merasa lega karena dirinya bersama teman satu tim sudah berusaha memberikan yang terbaik selama pertandingan berlangsung.
Menurut Dylan, tantangan terbesar dalam Lomba Danger Zone adalah menjaga konsentrasi di tengah suasana yang ramai. Karena peserta bermain dengan mata tertutup, komunikasi antaranggota tim menjadi hal yang sangat penting. Untuk membantu peserta tetap fokus menuju garis akhir, timnya memberikan arahan suara yang jelas selama permainan berlangsung.
Saat diminta menyampaikan kesannya terhadap perlombaan tersebut, Dylan mengatakan, “Menurut saya game ini berbeda dari yang lain karena kita harus fokus dan percaya sama tim sendiri. Walaupun susah, tapi itu yang bikin permainannya menjadi lebih seru.”
Dylan juga menyampaikan pesannya yaitu, “Kegiatan seperti ini seru karena bisa bikin kita lebih kompak dan lebih dekat sama teman-teman saat main bareng.”
Melalui perlombaan ini, para siswa tidak hanya memperoleh hiburan, tetapi juga belajar tentang pentingnya kerja sama dan komunikasi selama kegiatan berlangsung.




