Berbekal Kekompakan dan Kritis Angkat Isu Kemanusiaan, Tim Jurnalis SMAS Kristen Harapan Denpasar Sabet Juara 1 Lomba Mini Newspaper
Prestasi membanggakan berhasil diraih oleh tim siswa dalam ajang lomba jurnalistik pembuatan mini newspaper berartikulasi "Potret Kemanusiaan dan Keadilan di Indonesia". Dalam kompetisi yang berlangsung di Jl. Gandapura No. 54, Kesiman (Paondopo) pada Jumat (28/8/2026), tim yang terdiri dari lima siswa tersebut sukses menyabet Juara 1.
Tim tangguh ini beranggotakan Ni Putu Novi Widiantari Putri (XII MIPA 6), Meylan Sofia Rohi Djawa (XII IPS 2), Desak Putri Parmita (XII IPS 2), Putu Ayodya Sanjiwani (XII IPS 4), dan Stevani Kheng (XI MIPA 4). Keberhasilan mereka tak lepas dari bimbingan dan arahan Dra. Kadek Yudiasih, M.Pd. sebagai pembina jurnalistik. Bagi Novi, keikutsertaan mereka berawal dari keinginan sederhana untuk memanfaatkan peluang dan mencoba pengalaman baru di dunia jurnalistik. “Berhubung ada kesempatan, jadi kita gas ikutin aja,” ungkap Novi santai.
Sebelum berlomba, persiapan matang telah dirancang. Meylan menjelaskan bahwa tim terlebih dahulu menentukan topik khusus dan membagi peran sesuai keahlian masing-masing. Mereka menyusun angle (sudut pandang) berita, menyiapkan daftar pertanyaan wawancara agar informasi lebih mendalam, hingga merancang tata letak (layout) serta visual berupa karikatur. “Jurnalistik bukan hanya tentang menulis berita, tetapi bagaimana kita bisa melihat suatu isu dari sudut pandang yang lebih kritis dan menyampaikannya secara efektif kepada publik,” jelas Meylan.
Kendati demikian, perjalanan menuju tangga juara tidak sepenuhnya mulus. Berkejaran dengan durasi waktu yang terbatas menjadi tantangan terbesar. Mereka harus mencari narasumber langsung di lapangan, mengolah data, menulis artikel, sekaligus merapikan desain visual secara bersamaan. Dinamika perbedaan pendapat dan ketegangan antaranggota pun sempat mewarnai proses kerja sama mereka. Namun, berkat komunikasi yang intensif dan pembagian tugas yang terstruktur, hambatan tersebut berhasil teratasi. Bagi Novi, momen berdiskusi dan menyatukan ide di tengah tekanan justru menjadi pengalaman yang paling berkesan.
Melihat keberhasilan ini, Novi turut membagikan pesan inspiratif bagi rekan-rekan siswa lainnya agar tidak ragu mengeksplorasi potensi diri. Menurutnya, kunci utama dalam mengikuti kompetisi adalah banyak berlatih, percaya diri, dan pantang menyerah. “Banyakin ikut lomba selagi masih muda. Selain menambah pengalaman, ini juga bagus untuk portofolio. Apa pun hasilnya, setidaknya kita sudah berjuang dan berusaha itu sudah keren banget,” pungkas Novi.
Penulis: Leana (XII.A4) - Raissa (XII.S4) - Kania (X.8)




