Bukan Sekadar Akting, Teater Rubik’z Berhasil Hidupkan Isu Fatherless di Atas Panggung
Denpasar – Aula Atas SMAS Kristen Harapan mendadak haru pada pementasan teater terbaru persembahan Teater Rubik’z. Dengan tajuk “Jejak Ayah di Tubuh Senyap”, pementasan ini berhasil memukau penonton melalui narasi realistis mengenai dinamika keluarga dan isu sosial yang mendalam.
Kegiatan dimulai sejak pukul 12.30 WITA dengan koordinasi intensif dari koordinator keamanan, properti, dan make-up untuk memastikan panggung dan pemeran siap memberikan performa maksimal. Tepat pukul 15.25 WITA, gerbang dibuka bagi para penonton yang telah memiliki tiket seharga Rp20.000 hingga Rp25.000.
Acara dibuka secara resmi pada pukul 16.00 WITA oleh MC, yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan hangat dari Pembina Teater Rubik’z, Pak Adi. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi kerja keras seluruh anggota yang telah mempersiapkan pertunjukan ini.
Naskah yang ditulis oleh Fellice (X8), yang juga bertindak sebagai sutradara, mengambil tema yang sangat relevan dengan kehidupan masa kini. “Kami mengambil tema realistis untuk menyindir peran fatherless yang marak dialami anak-anak saat ini, terutama anak perempuan.” ungkap Fellice dalam sesi wawancara. Ia juga banyak mendapat pelajaran dari hal tersebut “Selama jadi sutradara aku belajar kalo mimpin suatu cerita yang kita mau ternyata ga semudah itu, banyak hambatan dan aku sendiri gabisa egois buat memaksakan mereka jadi karakter itu, harus bisa ngertiin kesibukan mereka, ngebagi waktu juga. Intinya banyak banget yang aku dapat selama jadi penulis dan sutradara sampe akhirnya di acara aku ngerasa bangga karena bisa nampilin drama yg bikin orang lain nangis”.
Proses produksi ini memakan waktu selama dua bulan, terhitung sejak 5 Januari hingga 6 Maret 2026. Tantangan terbesar yang dihadapi tim adalah membangun chemistry antar pemeran agar dapat menghidupkan karakter keluarga yang otentik, serta melakukan perombakan naskah hingga dua hari menjelang pementasan (H-2).
Senada dengan Fellice, Aira (X7) salah satu pemeran, mengungkapkan bahwa proses selama dua bulan tersebut mencakup latihan dialog, pendalaman karakter, hingga gladi bersih. “Kami mempersiapkan ini sekitar dua bulan, mulai dari baca naskah, latihan dialog, gerakan, sampai menumbuhkan penghayatan karakter. Tantangan terbesarnya adalah menghafal dialog dan menyamakan ekspresi.” Ungkapnya.
Di sisi lain, Keanu (X2) juga berbagi mengenai dinamika internal tim. Ia tidak menampik adanya kendala teknis seperti kesalahan penempatan properti pada hari pementasan dan fluktuasi semangat latihan. Namun, ketegangan tersebut berubah menjadi rasa bangga saat melihat antusiasme penonton di aula. “Setiap anggota punya perasaan yang berbeda-beda, tapi sebagian besar dari kami merasa tegang sekaligus antusias. Tegang karena ingin memberikan yang terbaik, tapi seru karena akhirnya bisa menampilkan hasil latihan di depan penonton.” ungkap Keanu.
Kehadiran penonton yang memadati Aula Atas SMAS Kristen Harapan turut memberikan warna tersendiri bagi kesuksesan acara ini. Fitri (X7), salah satu penonton yang hadir, mengaku sangat terkesan dengan kedalaman emosi yang dibawakan oleh para pemeran. “Pementasannya benar-benar menyentuh hati, apalagi ceritanya terasa sangat nyata dengan apa yang banyak orang alami sekarang. Aku sampai ikut menangis di beberapa bagian karena akting mereka sangat totalitas,” ungkapnya. Fitri juga menambahkan bahwa pesan moral tentang menghargai peran keluarga tersampaikan dengan sangat baik melalui drama ini”.
Pementasan mencapai puncaknya pada pukul 17.00 WITA yang dihadiri oleh puluhan penonton, disusul dengan sesi penyampaian kesan dan pesan dari sutradara serta MC. Keberhasilan drama ini dibuktikan dengan suasana haru di antara penonton hingga banyak yang tampak tersentuh hingga meneteskan air mata. Juga ikuti foto bersama oleh para pemeran dan seluruh anggota teater pada pukul 17.15 sampai dengan 17.25 yang meninggalkan rasa bangga dan penuh kenangan bagi para pemeran
Pementasan ini berakhir dengan banyaknya pembelajaran bagi para pemeran, dan mereka semua berharap bahwa kedepannya penampilan teater rubik’z kedepannya bisa memberikan penampilan yang lebih baik lagi, lebih di kenal banyak orang, dan juga bisa membuat cerita yang lebih luar biasa lagi.




