post-image

Semangat "Ora et Labora": Kisah Perjuangan Tim Lomba Debat SMAS Kristen Harapan Raih Juara 2 di Ajang UNDIKNAS

Denpasar, 2026 – Pepatah kuno Ora et Labora yang berarti "berdoa dan bekerja" bukan sekadar slogan bagi tim debat SMAS Kristen Harapan Dalam ajang kompetisi debat bergengsi yang baru saja usai, tim yang digawangi oleh tim debat SMAS Kristen Harapan ini berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih posisi Juara 2, membuktikan bahwa keterbatasan waktu bukanlah penghalang untuk mencapai kesuksesan.

Perjalanan tim menuju podium juara tidaklah mudah. Bagi sang ketua tim, kompetisi ini merupakan pengalaman pertama memimpin rekan-rekannya di podium debat. Rasa gugup menyelimuti sejak awal registrasi hingga babak pembukaan. "Aku kaget banget dapet juara 2! Jujur, aku seneng banget, apalagi ini first time aku lomba sebagai leader," ungkap Putu Amelia Putri Devianty (XI-A5) dalam sesi wawancara. Persiapan yang dilakukan pun tergolong sangat singkat. Di tengah kepadatan agenda sekolah, tim ini hanya memiliki waktu efektif sekitar enam hingga tujuh hari untuk melakukan riset mendalam. Fokus mereka tertuju pada isu-isu krusial seperti teknologi digital dan kesehatan digital (digital health).

Kompetisi mencapai titik didih saat memasuki babak semifinal. Berbeda dengan babak penyisihan yang memberikan waktu persiapan cukup, babak ini menyuguhkan mosi impromptu (mendadak). Tim hanya diberikan waktu 10 menit untuk menyusun argumen dan mencari data yang relevan. Tantangan pencarian bukti dari jurnal ilmiah menjadi hambatan tersendiri. Namun, argumen kuat mengenai dampak algoritma berhasil membawa mereka unggul di semifinal. Meski sempat merasa kesulitan saat membahas isu daerah 3T, tim tetap mampu berdiri tegak menghadapi lawan.

"Tantangan yang kami hadapi adalah rasa gugup saat tampil dan tekanan waktu saat harus menyusun argumen dengan cepat," ujar anggota tim. "Aku percaya aku bisa, dan Tuhan tidak akan membiarkan aku hidup dengan keraguan. Motivasi itu bikin aku percaya bahwa Tuhan sudah mengatur, dengan sebaik mungkin. Jikalau ada kesempatan, memang berarti itu jalannya," ungkap Putu Amelia Putri Devianty (XI-A5). Setelah melalui perdebatan sengit di babak final yang penuh tekanan, tim akhirnya dinyatakan sebagai Juara 2. Meski sempat merasa lelah secara mental atau burn out, suasana kompetisi yang suportif dan keramahan panitia di lokasi lomba (termasuk momen relaksasi saat campus tour ke perpustakaan) membantu mereka tetap tenang hingga pengumuman tiba.

Bagi mereka, kemenangan ini bukan sekadar piala, melainkan pembuktian diri. Pelajaran berharga tentang kerja sama tim, berpikir kritis, dan keberanian berbicara di depan umum menjadi bekal yang tak ternilai untuk masa depan. Menutup perbincangan, tim berharap prestasi ini menjadi awal dari pertumbuhan yang konsisten. Mereka berkomitmen untuk terus berlatih lebih keras, terutama dalam mempertajam struktur sanggahan (rebuttal) agar lebih cepat dan tepat. "Kami sangat bangga bisa memuliakan Tuhan dan membuat orang tua bangga melalui prestasi ini. Semoga tim debat kami ke depannya semakin kompeten dan terus berkembang di ranah yang positif," ucap Yitzchak Oliver Grand Tengker (XI IPS 3)

 

Penulis : Deswita, Chantika, Jusuf