post-image

SMAS Kristen Harapan Bekali Siswa Wawasan Profesi dan Kecerdasan Finansial dalam Satu Hari

Denpasar 28 April 2026 – SMAS Kristen Harapan menggelar rangkaian kegiatan edukatif pada Selasa, 28 April 2026 dengan menghadirkan tiga institusi ternama. Meski dilaksanakan dalam dua sesi waktu yang berbeda, rangkaian sosialisasi ini bertujuan memperluas cakrawala masa depan siswa, mulai dari pengenalan profesi kedokteran hewan hingga strategi pengelolaan keuangan di era digital.

Kegiatan dimulai dengan sesi pengenalan dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Udayana. Sebagai institusi berakreditasi A yang berpusat di Jimbaran dan memiliki Rumah Sakit Hewan sendiri di Sudirman, FKH Unud memaparkan bahwa dunia kedokteran hewan jauh lebih luas dari sekadar mengobati peliharaan.

Siswa diajak memahami peran penting dokter hewan dalam mencegah penyakit zoonosis yaitu penyakit yang menular dari hewan ke manusia baik melalui kontak langsung maupun konsumsi daging. Salah satu daya tarik dalam studi ini adalah keahlian unik di mana seorang ahli bisa mengenali organ hanya dari sepotong jaringan.

Untuk mendukung bakat mahasiswa, FKH Unud memperkenalkan berbagai organisasi (BEM, DPM, SPM SS) serta minat profesi yang spesifik seperti Vetholic (hewan ternak), P-LO (hewan kesayangan), Turtle Guard (satwa air), dan Rothschildi (hewan liar). Suasana di aula semakin meriah saat tim FKH menghadirkan hewan gekko dan ular untuk praktikum lapangan singkat. Tak hanya soal sains, siswa juga diperkenalkan pada prospek kerja yang luas, mulai dari peneliti, konservasi satwa, hingga wirausahawan.

Memasuki sesi berikutnya, fokus beralih pada kesiapan finansial dan mental yang dibawakan oleh narasumber dari Universitas Primakara. Di tengah  maraknya fenomena investasi bodong yang menyasar berbagai kalangan, termasuk generasi muda, menjadi perhatian serius. Menanggapi hal tersebut, SMAS Kristen Harapan menggelar kegiatan sosialisasi literasi keuangan yang dibawakan oleh I Wayan Diana Putra Adnyana, SE., M.Si, Ak., CA., ASEAN CPA yang merupakan dosen terbaik dari Universitas Primakara, guna membekali para siswa agar lebih bijak dalam mengelola masa depan finansial mereka.

Dalam sesi wawancara usai kegiatan, salah satu narasumber yang diwawancarai, menekankan bahwa kunci utama agar terhindar dari jeratan investasi ilegal adalah memahami bahwa kekayaan tidak datang secara instan. “Yang perlu dipahami adalah bahwa suatu kesuksesan membutuhkan proses. Dengan proses itu, kita dapat menormalisasi perencanaan (masa depan) untuk sampai pada tahap terakhir” ungkap  I Wayan Diana Putra Adnyana, SE., M.Si, Ak., CA., ASEAN CPA Beliau juga menambahkan bahwa di era digital ini, media sosial seharusnya dimanfaatkan sebagai sarana belajar melalui konten-konten positif mengenai manajemen keuangan, agar dapat membantu siswa meningkatkan keterampilan mereka dalam mengelola uang secara maksimal.

Bagi para remaja yang ingin mulai melirik dunia investasi digital, narasumber mengingatkan pentingnya sikap kritis dalam mempercayai suatu lembaga yang menyediakan jasa investasi, mengingat banyaknya risiko yang mengintai. Menurut beliau, pemula sangat disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum menaruh uang mereka. “Kita harus mencari tahu apakah investasi tersebut mendapat banyak keluhan dari netizen, atau mengecek di mana kantornya itu berada” jelas Dr. Ayu Larasati S.Sos., M.I.kom di sesi wawancara. Sebagai langkah aman, ia menyarankan agar siswa memilih instrumen investasi yang sudah terpercaya dan memiliki legalitas jelas, seperti institusi perbankan.

Menyeimbangkan antara uang saku sekolah dengan keinginan untuk menabung memang bukan perkara mudah, namun hal tersebut bisa diatasi dengan dua poin utama : komitmen dan disiplin diri, karena dengan memegang teguh kedua prinsip tersebut dalam mencapai tujuan finansial, hasil yang terbaik dipastikan akan menyusul.

Sosialisasi ini juga mendatangkan materi berjudul “Time Management and Setting Your Goals” yang dibawakan oleh Dr. Ayu Larasati S.Sos., M.I.kom dari Universitas Esa Unggul, yang membagikan tips untuk mengatur waktu dan prioritas dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Dalam pemaparan materinya, disebutkan bahwa mengatur waktu adalah suatu keahlian yang sangat penting untuk dipelajari dan dilatih, karena kita memerlukannya semasa hidup kita, termasuk masa kerja. Selain itu, beliau juga mengutip dari 3 ahli mengenai pengertian mengatur waktu itu sendiri, salah satunya ialah Drucker(1967) yang mengungkapkan bahwa waktu merupakan hal penting, sehingga hal lainnya tak akan teratur jika tidak dapat mengatur waktu dengan baik.

Disebutkan bahwa ada 3 kategori prioritas dalam kehidupan kita yang perlu dipertimbangkan dengan baik yaitu “jangan dikerjakan”, “dikerjakan nanti”, dan “dikerjakan sekarang,” beliau mengajak para siswa berdiskusi manakah yang akan dipilih. Hal ini juga berkaitan pada pemilihan prioritas dalam hidup kita yang memaksa kita untuk memilih akan mendahului yang mana, apakah kebutuhan atau keinginan sementara, yang menghambat kita untuk berkomitmen dalam menabung atau berinvestasi secara konsisten, seperti kita harus memilih akan mengerjakan tugas atau pekerjaan, atau tidak mengerjakannya sama sekali.

Tujuan utama dari sosialisasi di SMAS Kristen Harapan ini tidak lain adalah untuk mencetak generasi yang lebih cerdas secara finansial, juga bijak dalam memilih prioritas dan mengatur waktu mereka. Diharapkan, siswa-siswi tidak hanya sekadar tahu, tetapi benar-benar memahami segala pemaparan sosialisasi yang ada sehingga mampu menerapkannya  untuk mencapai cita-cita yang ingin digapai.

Penulis : Stevani, Carolina, Deswita, Anggelia