LACAK "DOSA" DIGITAL: MURID SMAS KRISTEN HARAPAN BEDAH KONSUMSI ENERGI GADGET LEWAT PROYEK STEM
Di tengah tingginya ketergantungan generasi Z terhadap ponsel pintar, sebuah eksperimen menarik terjadi di kelas XI MIPA 6 SMAS Kristen Harapan. Bukan sekadar bermain media sosial, para murid justru sedang "mengadili" perangkat mereka sendiri melalui proyek STEM bertajuk Audit Energi & Efisiensi Gadget pada mata pelajaran Informatika.
Di bawah bimbingan guru Informatika, Ibu Ni Made Dewi Astuti, S.Si., para murid ditantang untuk menjawab sebuah persoalan nyata: sejauh mana aktivitas digital mereka berdampak pada konsumsi daya dan biaya listrik rumah tangga.
Dalam proyek ini, kelas disulap menjadi laboratorium mini. Murid dibagi menjadi kelompok kecil dengan peran spesifik, mulai dari Project Manager hingga Data Analyst. Mereka menjalankan prosedur eksperimen yang ketat, membandingkan laju penurunan baterai antara kondisi beban tinggi (High Load) saat menonton video YouTube resolusi 1080p dengan kondisi Idle atau layar mati. Murid belajar bahwa energi kimia dalam baterai tidak hilang begitu saja, melainkan berubah menjadi energi cahaya dan panas saat menonton video.
Tidak hanya mengamati, murid juga melakukan perhitungan matematis yang presisi. Menggunakan rumus E = (mAh x 5V)/1000 untuk menghitung energi kapasitas, mereka kemudian memproyeksikan biaya listrik bulanan berdasarkan kebiasaan pengisian daya masing-masing.
Setiap kelompok berhasil mengungkap data konsumsi energi harian mereka. Berdasarkan audit mandiri, rata-rata konsumsi energi harian salah satu kelompok didapatkan 21,711 Wh/hari. Jika diakumulasikan dalam setahun, angka ini menjadi sekitar 7.924,515 Wh/tahun.
Meskipun secara nominal rupiah angka tersebut terlihat kecil untuk satu orang, para murid menyadari dampaknya jika dikalikan dengan jutaan pengguna smartphone lainnya. Temuan ini mendorong mereka untuk merancang strategi rekayasa (Engineering) berupa "SOP Penggunaan Gadget Sehat" guna menjaga kesehatan baterai (battery health) dan menghemat energi.
Dengan proyek sederhana melalui audit ini, menyadarkan murid bahwa penghematan energi berkelanjutan bisa dimulai dari hal kecil yaitu cara kita memakai HP. Melalui proyek ini, SMAS Kristen Harapan membuktikan bahwa Informatika bukan hanya soal barisan kode, melainkan tentang membangun kesadaran kritis terhadap lingkungan dan teknologi melalui pendekatan STEM yang nyata dan aplikatif.




