Guru Harapan Jelajahi Rumah Pendidikan, Bawa Inovasi Digital ke Kelas
Suasana Ruang Multimedia SMA Negeri 1 Denpasar pada Kamis, 23 April 2026, dipenuhi guru dari berbagai jenjang pendidikan. Mulai dari PAUD hingga SMA dan SMK berkumpul dalam kegiatan Jelajah Rumah Pendidikan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Provinsi Bali.
Di antara para peserta tersebut, SMAS Kristen Harapan turut mengirimkan salah satu gurunya, Ni Made Dewi Astuti, S.Si., untuk mengikuti sosialisasi yang menjadi bagian dari upaya penguatan transformasi digital pendidikan di Bali.
Kegiatan yang berlangsung selama sehari penuh itu tidak sekadar memperkenalkan platform digital terbaru. Para peserta diajak memahami bagaimana Rumah Pendidikan dapat dimanfaatkan sebagai ruang belajar yang lebih dekat dengan kebutuhan murid, sekaligus mendukung pembelajaran mendalam yang berorientasi pada pengembangan kompetensi dan Profil Lulusan.
Berbagai fitur dalam platform diperkenalkan secara langsung, mulai dari pemanfaatan ruang digital bagi guru hingga pengenalan Ruang Murid sebagai sarana belajar yang lebih interaktif. Melalui sesi diskusi dan praktik, peserta diajak melihat bagaimana teknologi dapat menjadi alat yang membantu guru menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna di kelas.
Sepulang dari kegiatan tersebut, SMAS Kristen Harapan tidak berhenti pada tahap sosialisasi. Pada bulan Mei, Ibu Dewi melaksanakan kegiatan pengimbasan kepada warga sekolah. Murid mendapatkan pengenalan mengenai Ruang Murid dan berbagai fitur yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses belajar. Kegiatan ini dilaksanakan di Laboratorium Multimedia.
Sementara itu, para guru memperoleh pendampingan di Laboratorium IPA melalui pemanfaatan Pusat Informasi Digital (PID), pada sesi Hari Belajar Guru, pada Jumat, 22 Mei 2026. Pengimbasan ini bertujuan agar seluruh guru memiliki pemahaman yang sama mengenai penggunaan platform dan mampu mengintegrasikannya ke dalam pembelajaran sehari-hari.
Menurut Ibu Dewi, teknologi pendidikan akan memberikan manfaat apabila benar-benar digunakan dan diterapkan di kelas.
"Yang terpenting bukan hanya mengenal platformnya, tetapi bagaimana teknologi tersebut dapat membantu guru dan murid belajar dengan lebih baik. Ketika guru dan murid sama-sama memahami pemanfaatannya, pembelajaran menjadi lebih hidup dan bermakna," ujarnya.
Program pengimbasan juga menyasar tenaga kependidikan agar sistem administrasi sekolah dapat berjalan selaras dengan perkembangan digital. Dengan demikian, transformasi tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga dalam tata kelola sekolah secara menyeluruh.
Bagi SMAS Kristen Harapan, pemanfaatan Rumah Pendidikan menjadi salah satu langkah untuk menghadirkan pembelajaran yang semakin relevan dengan kebutuhan zaman. Di tengah perubahan dunia yang berlangsung begitu cepat, kemampuan memanfaatkan teknologi bukan lagi sekadar keterampilan tambahan, melainkan bagian dari proses menyiapkan murid menjadi lulusan yang adaptif, kritis, dan siap menghadapi masa depan.
Melalui langkah kecil yang dimulai dari ruang pelatihan hingga kembali ke ruang kelas, guru-guru Harapan menunjukkan bahwa transformasi pendidikan sesungguhnya dimulai dari kemauan untuk terus belajar dan berbagi.




