THE ARCHITECTS OF "WHAT IF?": ESTAFET INOVASI DI PELANTIKAN PENGURUS KIR HARAPAN 2026/2027
Salah satu ruang kelas di SMAS Kristen Harapan menjadi saksi semangat intelektual pada Kamis, 12 Maret 2026. Di ruangan yang biasanya menjadi ruang belajar tersebut, diatur dengan baik sebagai tempat prosesi pelantikan pengurus KIR Harapan yang khidmat namun penuh keakraban.
Rangkaian acara diawali dengan doa, disusul dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) yang menetapkan formasi baru KIR Harapan 2026/2027. Suasana mencapai puncak kekhidmatan saat seluruh pengurus mengucapkan Janji Pengurus KIR Harapan, diikuti dengan pemasangan Pin KIR sebagai simbol identitas sang inovator.
Momen transisi kepemimpinan ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima jabatan. KM. Meyta Krisna Widyanti (Ketua KIR 2025/2026) secara resmi menyerahkan tongkat estafet kepada Agatha Emmanuella Santoso (Ketua KIR 2026/2027).
Dalam sambutannya, Meyta menitipkan pesan emosional. Ia meminta pengurus baru untuk terus aktif dalam berbagai ajang perlombaan dan menjaga api perjuangan KIR tetap menyala. "Jangan sungkan, kami (kakak kelas) akan selalu ada untuk membantu kalian kapan pun dibutuhkan," tuturnya tulus.
Menyambut tantangan tersebut, Agatha Emmanuella tampil dengan visi yang segar. Ia mengajak seluruh pengurus dan anggota KIR Harapan untuk bersatu padu menjaga semangat KIR Harapan dan melanjutkan perjuangan kakak kelas sebelumnya.
Sementara itu, pembina KIR Harapan, Ibu Ni Ketut Yuli Santosa, S.Si., M.Ling., menyampaikan sambutan yang sangat menggugah berjudul "THE ARCHITECTS OF 'WHAT IF?'". Beliau memberikan apresiasi mendalam bagi pengurus lama dan tantangan besar bagi pengurus baru.
Kepada pengurus periode 2025/2026, Ibu Yuli berterima kasih karena telah menjadi arsitek pertama yang berani menggambar di atas kertas kosong. "Setiap keringat di laboratorium dan diskusi hingga malam hari adalah semen yang merekatkan organisasi ini. Terima kasih telah menjaga api inovasi tetap menyala," ungkapnya.
Sementara itu, kepada Agatha dan tim, beliau berpesan agar tidak takut gagal. "Hari ini, kalian menerima estafet penggaris dan jangka untuk merancang masa depan. Jangan hanya puas melanjutkan bangunan yang sudah ada; tambahkan lantai baru dan perluas ruang inovasinya. Jangan takut tangan kotor oleh debu eksperimen!"
Usai sesi formal, suasana berubah menjadi penuh tawa melalui sesi permainan yang edukatif. Dalam Memories Games, kelompok murid ditantang mengamati serangkaian gambar sebelum ditutup kembali untuk menguji ketajaman memori mereka terhadap pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan gambar.
Keseruan berlanjut pada sesi Tebak Gambar. Setiap kelompok harus bekerja sama memberikan kata kunci yang tepat agar satu perwakilan mereka bisa menebak nama hewan yang dimaksud. Permainan ini sukses melatih kerja sama tim dan cara berkomunikasi yang efektif, dua pilar penting bagi seorang peneliti.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama, mengabadikan senyum optimis dari para wajah baru yang siap mengubah dunia melalui sains dan pertanyaan "Bagaimana jika?".
Selamat bertugas, Pengurus KIR Harapan 2026/2027!




